YASMAN CREW!!!



Gua punya kelas mereka menyebut nama mereka dengan “YASMAN CREW” . sebuah kelas yang bisa dikatakan berkelas, tak mewah namun tinggi persaudaraan. Kita punya tempat nongkrong yaitu Mami, tempat nongkrong yang bukan hanya isi oleh anak laki-lakinya saja, karena terkadang para wanita unyu di kelas sering gabung bersama. (seperti Enggar, Afiffah) persaudaraan kita bukan hanya sekedar berbagi contekan. Karena ada pria berparas tampan yaitu Abbas, dia suka berbagi video bokep koleksinya. Setiap pagi Abbas datang, bukan buku yang ia buka. Tetapi……….
“WOI DE, IAS, SEK. GUA PUNYA BOKEP BAGUS NIH.” Sembari membuka laptop, Abbas menujukkan betapa bagusnya bokep yang ia punya. Lalu laki-laki penuh dengan kesepian menghampirinya dengan wajah penuh harap. Tetapi dari mereka semua, ada satu laki-laki yang begitu bernafsu. Yaitu Danang, dia bukan hanya berlari. Namun ia juga mengeluarkan liur sebau sepiteng, ia terkadang membuka celananya.
Kita juga punya laki-laki bernama Yudho, dia seorang yang cerdas. Saat guru menjelaskan ia hanya tertidur begitu nikmat, terkadang ia mimpi basah. Sekali waktu gua pernah duduk bersama Yudho, lalu gua mendengarkan sebuah desah hangat dari bibirnya. “Ah, nang” lalu gua alihkan perhatian gua ke arah yudho. “dho lu kenapa?” lalu gua lihat tangannya tengah mengelus-elus anunya. Ternyata dia mimpi basah dengan Danang.
Kita juga punya sepasang Ambon yang selalu beatbox dan membuat kelas menjadi licin karena liur yang mereka keluarkan dari mulut mereka saat beatbox. Mereka berdua adalah Misel dan Mario, Misel adalah pria berkumis tipis, rambut klimis sikat miring. Dan Mario adalah pria dengan rambut berjambul, rambutnya panjang ia selalu terbebas dari kejaran para OSIS.
Dan ada juga Bagas, dia memiliki keahlian dalam bermain laptop. Bukan hanya laptop namun ia juga jago melepas tangtop para wanita di kelas. Dia sering dipanggil “Beler”.
Ada  juga hizkia, dia sering sekali menggoda guru. Terutama guru magang, musuh sejatinya adalah Bu Darmi waktu kelas 11, lalu Bu Darmi berengkarnasi menjadi Bu Rahmi. Kita juga punya kuproy dari sunda yaitu Ade maulana, dia murid paling gak bisa diem. Sekalinya diem dia berak di celana.
Kami disatukan menjadi kelas yang begitu disegani di sekolah kita yaitu Budhi Warman. Walau terkadang kami nakal, kami selalu mengerjakan tugas. Bolos? Atau jarang masuk? Itu akan menjadi bahan bully-an kita di kelas.
Suatu pagi, gua hadir di kelas. Agak sedikit terlambat karena bangun gua yang begitu siang. Seperti biasa saat masuk kelas gua langsung membuka laptop gua. Alhasil beberapa cowo menghampiri gua.
“Bas, ada film baru gak?” Tanya pesek yang duduk di depan gua.
“lu ga usah nanya gitu sek. Udah tau dia Bandar bokep di kelas gua.” Kata misel sembari senyum-senyum yang membuat kumis tipisnya terangkat.
“ada nih film baru, dari korea. Namanya young mother.” Lalu gua buka laptop dan meninggalkannya, karena gua udah fasih sama gerakan yang ada di film tersebut.
Lalu bel sekolah berbunyi, pelajaran pertama adalah pelajaran Bahasa Inggris, bukan berhenti nonton film tersebut. Mereka malah melanjutkannya, dan menghiraukan pelajaran tersebut dan membuat guru bahasa Inggris menjadi geram.
“Dari pada nonton film gak jelas, lebih baik laptopnya mister pinjem sini.” Kata guru Bahasa inggris.
“Ah gak jelas dia.” Kata Hizkia dengan suara samar-samar.
Gua sendiri duduk dengan Mario karena bangku gua dipake sama Misel buat nonton, alhasil gua lebih banyak ngobrol sama anak beatbox ini. “mereka nonton apa bas” dengan suara lesu ala Mario. “biasa yo, film begituan.” Lalu Mario melanjutkan tidur dipangkuan gua. Karena gua bete ditinggal tidur gua samperin sakti yang tengah terduduk sendiri.
“Sak, udah makan?” kata gua membuka basa-basi.
“udahlah bas, gak liat nih ada sisa di pipi gua?” kata Sakti dengan tampang songongnya.
Bukan sampe disitu, gua juga ngeliat wanita genit tengah berkaca, yaitu Laras. Kebetulan laras sama gua gak begitu kaku, lalu keluarlah kata-kata dari mulut ini. “ras, ngaca mulu. Genit lu mau godain pak Widodo ya?” lalu Laras pun tertawa, dan berkata “ih abbas mah, itukan bokap gua.” Lalu perhatian gua kembali tertuju kepada cowok-cowok yang tengah nonton. Gua bisikin kata “gimana nyong? Baguskan?” lalu disahuti oleh Misel “mantap nyong”. Lalu terdengar suara khas dari ketua kelas yaitu Aldias.
“BAS….BASS” Aldias bisik-bisik. “Lu ada line bokep gak? Gua pinjem hape lu sini.” Lanjutnya..
“pake aja yas, ada kok di kolong. Banyak yang baru kok.” Kata gua.
Lalu pelajaran pun berganti dengan pelajaran Bahasa Indonesia, sebelum Bu Rahmi sampe di kelas cowok-cowok di kelas menyusun rencana untuk mengedap-endap ke kantin.
“bas, lu jalan pelan-pelan ya. Ikutin cara gua.” Kata Hizkia.
“siap ki, demi nasi goreng bude apa pun gua lakuin.” Kata gua, lalu Hizkia mempraktekan cara mengendap-endap. Disusul oleh Pesek dan Mario. Gua jalan paling belakang bareng Ade. Sialnya, saat gua mau keluar bareng Ade. Langkah Bu Rahmi sudah terdengar.
“gimana nih de? Bu Rahmi is coming.” Kata gua, lalu Ade tidak menghiraukan perkataan gua. Dilangsung berlari dengan kencangnya. Setelah ngintip arah kantin ternyata ada Bu Anita. Lalu beliau marah…
“ngapain kalian ke sini? Inikan jam pelajaran!!” kata Bu Anita, lalu disahuti oleh Ade “gimana mau belajar kalo perut saya kosong.” Lalu Bu Anita membiarkan kita ke kantin untuk membeli makanan.
“eh mantu-mantuku sudah dateng.” Kata bude woles “ayo nak sendok sendiri nak. Mau mata kebo apa dadar?”. Lalu gua sahuti dengan “iya dong bude, perut kitakan udah laper. Saya sendok ya bude. Telornya mata kebo aja bude.” Sehabis itu gua sama Ade masuk kelas, nasi kita umpetin dalam jaket.
Kebetulan sehabis pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran Olahraga, seperti biasa guru Olahraga kita menyuruh untuk lari keluar sekolah. Bukannya lari kita malah nongkrong di warkop, dan kita lebih cepat sampai di sekolah ketimbang cewek-cewek di kelas. Sehabis itu, biasanya cowok bagi dua untuk main futsal di sekolah. Setelah futsal dan ganti baju di kelas, ada suatu kebiasaan dari Ade, yaitu bugil sambil ngejar Misel.
“ah de, jangan gua mulu.” Kata Misel sambil dikejar-kejar Ade.
“gapapa sel, enakan sama lu.” Kata Ade sambil praktekin wajah nafsunya.
Sehabis pelajaran Olahraga adalah pelajaran Sejarah. Ini adalah waktu yang tepat, setalah makan kita olahraga, sehabis olahraga kita tidur karena didongengin sama guru Sejarah. Bahkan Pesek sudah tidur sebelum dia dongeng. Karena capek gua juga ikutan tidur. Gua tidak kuat menahan kantuk.
Segini aja dulu ya, next time gua lanjut.

Komentar

Postingan Populer